Search This Blog

Translate

Sunday, August 25, 2013

Ini Alasan Haramnya Merayakan Ulang Tahun / HBD bagi yang merasa Muslim.


Ingin rasanya selalu menunjukkan rasa sayang kita kepada orang-orang yang kita Cintai, selalu mengingatnya di setiap tahun, yang bahkan seharusnya di setiap menit, hari, bulan dan pastinya disetiap sujud Kita dikala menghadap keharibaan-Nya.
Namun sayang Rasa Cinta yang kita perlihatkan terkadang harus bertentangan dengan Ketentuan Allah dan Rasul-Nya seperti halnya Ulang Tahun yang ternyata bertentangan dengan Aqidah kita sebagai seorang Muslim. inilah beberapa alasan mengapa Muslim Haram merayakan Ulang tahun :

1. Ulang Tahun adalah Salah satu bentuk Ibadah kaum nasrani dan Yahudi salah satu contohnya adalah NATAL yang seperti kita ketahui itu adalah Ibadah kaum nasrani dalam memperingati hari kelahiran Yesus Kristus,
dan Rasulullah pernah Bersabda "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu." (H.R Abu Daud).
Jadi Jika melihat Konteks Hadit's diatas maka jelas bagi yang merayakan Ulang Tahun maka Rasulullah menegaskan bahwa mereka adalah bagian dari kaum nasrani dan yahudi.

2. Salah satu cara kaum Nasrani dan Yahudi untuk menghancurkan Aqidah Umat Islam adalah menyamarkan suatu Ibadah mereka sehingga kita mengikutinya tanpa kita sadari salah satunya adalah Ulang Tahun. hal ini di tegaskan dalam sebuah keterangan yang Berbunyi ;
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”[4 HR. Muslim no. 2669]

3. Sampai Qiamat kaum nasrani dan Yahudi akan terus merongrong Umat Islam dengan berbagai cara agar kita semakin jauh dari Agama kita. dan Allah telah menegaskan itu dalam Al Qur'an 

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ



"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.." (al Baqarah 120)

4. Jangan sampai Allah melepas kita karena kita tidak mengikuti petunjuk yang telah jelas haram halalnya karena jika kita masih memungkiri kebenaran yang telah jelas benar nya maka Allah tidak akan pernah menjadi pelindung kita lagi.

قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Al-Baqarah: 120)







Jadi masihkan kita memungkiri bahwa Ulang tahun itu Boleh bahkan mungkin di anjurkan sedangkan telah jelas Allah dan Rasul-Nya melarang kita untuk mengikuti jejak kaum nasrani dan yahudi yang akan membawa kita kepada kebinasaan dan Azab Allah SWT. Maka ketika kita yakin Bahwa itu adalah Ibadah mereka dan kita pun mempunyai Cara Ibadah yang sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya maka katakanlah 

"Bagiku Agamaku dan bagimu Agamamu "

Monday, June 10, 2013

HUKUM KHITAN PEREMPUAN

Hukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib.
Perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan tersebut disebabkan riwayat hadist seputar khitan perempuan yang masih dipermasalahkan kekuatannya.
Tidak ada hadist sahih yang menjelaskan hukum khitan perempuan. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa tidak ada hadist yang bisa dijadikan rujukan dalam masalah khitan perempuan dan tidak ada sunnah yang bisa dijadikan landasan. Semua hadist yang meriwayatkan khitan perempuan mempunyai sanad dlaif atau lemah.
Hadist paling populer tentang  khitan perempuan adalah hadist Ummi 'Atiyah r.a., Rasulllah bersabda kepadanya:"Wahai Umi Atiyah, berkhitanlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya khitan lebih baik bagi perempuan dan lebih menyenangkan bagi suaminya". Hadist ini diriwayatkan oleh Baihaqi, Hakim dari Dhahhak bin Qais. Abu Dawud juga meriwayatkan hadist serupa namun semua riwayatnya dlaif dan tidak ada yang kuat. Abu Dawud sendiri konon meriwayatkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifannya. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Talkhisul Khabir.
Mengingat tidak ada hadist yang kuat tentang khitan perempuan ini, Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa sebagian ulama Syafi'iyah dan riwayat dari imam Ahmad mengatakan bahwa tidak ada anjuran khitan bagi perempuan.
Sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan Timur (kawasan semenanjung Arab) dianjurkan khitan, sedangkan perempuan Barat dari kawasan Afrika tidak diwajibkan khitan karena tidak mempunyai kulit yang perlu dipotong yang sering mengganggu atau menyebabkan kekurang nyamanan perempuan itu sendiri. /(http://www.pesantrenvirtual.com)

Jika semua Hadits tentang Khitan perempuan itu Dlaif atau lemah maka tak ada yang perlu dibahas mengenai keutamaan Khitan Perempuan, karena sebagai seorang muslim tatkala mengerjakan suatu Ibadah tentu harus ada Perintah dari Rasulullah SAW, ketika suatu ibadah yang tidak berlandaskan pada hadits-hadist yang Shohih maka Ibadah yang kita lakukan akan tertolak, jadi jelas bahwa Rasulullah tak pernah perintahkan wanita untuk berkhitan. wallahua'lam.

Wednesday, April 17, 2013

NIKAH MUDA ... PASTI NYESEL DECH ..... !!!!!!!



NIKAH .... Satu kata yang setiap orang pasti sudah mengenalnya .... "Nikah itu cuma satu kali jadi hati-hati pilih Jodoh" mungkin itu kata-kata yang sering kita dengar kalau kita bicara tentang Pernikahan ... "Tapi kan Jodoh itu Takdir Allah SWT, berarti kita tak punya pilihan dong...???" nah.. nah ... Bener juga Tuch kalau Jodoh adalah Takdir Allah ngapain coba kita Musti Pilih-pilih Jodoh yang terbaik buat nemenin hidup kita. ... hemmm ... jadi ceritanya kita musti dieeeeem gitu sambil guling-guling buat nunggu jodoh .... ?? boleh asal jangan tengah jalan Okeh .... ntar di tangkep polisi... :) .. yang pasti jika dieeeem ajah di rumah kalau sudah Jodoh pasti bakalan dateng dan kalau belum juga jodoh ... hemmmmm ... sabar yach ... tetep ngak bakalan berjodoh.
Terus musti gimana atuuuuuuuuuh ........ Sederhana ajah sich ... satu hal  "Allah itu akan menilai Usaha kita bukan hasilnya" naaaah jadi yang diem tapi dapet jodoh nilai Pahalanya tentu berbeda dengan orang yang berusaha untuk mendapatkan jodo ... kalau kata orang tua baheula (Dahulu) mah "Jauh di jug-jug anggang di teang" (Jauh di datangin, terpisah tetep dicari).. tapiiiiiii .... ada tapinya neeeh ... Tujuan pernikahan itu harus karena Allah Seperti apa yang diterangkan dalam sebuah keterangan yang berbunyi :

Barang siapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya.” (Nabi Muhammad Saw., diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Tuch .... Menikah karena Allah maka sempurnalah Imannya ... Ayooo siapa yang mau sempurna Imannya ... :) 
Tapi kebanyakan para muslim dan muslimah sekarang tuch adaaa ajah alasan untuk mengulur-ngulur pernikahan, ... ada yang karena Kuliah belum beres lah "mungkin dipikirannya kalau nikah itu musti pake ijazah kali yach ... enggak atuh neng, kang, nikah itu ngak perlu pake ijazah "... atau ada juga yang berpikiran Harus kerja dulu padahal Allah telah menjelaskan dalam sebuah keterangan yang berbunyi :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. ( An-nur : 32 )

Coba renungkan Firman Allah diatas ngak ada alesan belum punya kerja karena janji Allah itu Pasti.
Terus alasan apa lagi coba yang bikin kita mengulur-ngulur pernikahan ... Waaaaaah ... Umurnya masih muda yach ... jangan khawatir Undang-undang pernikahan di negara kita itu Minimal Usia saat Menikah adalah 17 Tahun ... dan kalau kita mau melihat Sejarah Rasulullah SAW beliau menikahi Siti Aisyah itu ketika Siti Aisyah berusia 19 Tahun .... hemmmm Masih Muda Yach .

Jadinya Gimana Atuh ... katanya jodoh itu Takdir Allah tapi kita pengen milih yang terbaik buat temenin hidup kita ... tenang Kawan .. Jodoh itu memang takdir Allah tapi Pilihan ada di tangan kita .. bingung khan ... Coba renungkan hadits ini :

تنكح المرأة لأربع لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها, فاظفر بذات الدّين تربت يداك


“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, & karena agamanya & pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu)

Rasulullah memerintahkan kita dalam memilih Jodoh itu dalam 4 kriteria ; Hartanya, Keturunannya, Kecantikannya dan Agamanya... dan Rasulullah menegaskan untuk memilih seseorang itu karena Agamanya maka kita akan beruntung ... artinya hadits ini menegaskan bahwa Jodoh itu adalah Pilihan kita... Siapapun Jodoh kita itu adalah Pilihan hidup kita ... dan Ketika Jodoh telah kita pilih sesuai dengan kriteria kita maka Apapun yang terjadi dalam perjalanan pernikahan kita dengan si dia itulah yang di namakan Takdir ... setiap Pilihan Jodoh akan membawa kita kepada takdir hidup yang berbeda.. namun ketika Keinginan kita untuk bersatu dengan seseorang yang sesuai dengan kriteria kita itu pun takdir ... Ingat Hidup tak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan Allah telah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216)

Yakin saja disetiap pilihan hidup kita selama tujuan itu bermuara untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah maka itulah yang terbaik. Jangan takut menikah ... karena tak ada alasan Belum Bekerja, masih Punya tanggungan Adik dan Orang tua, Masih Kuliah, belum cukup ilmu, dll.. akan selalu ada beribu alasan untuk menuju sebuah kebaikan.. Masih ingat dengan hadits ini :

“Nikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukanlah termasuk golonganku. Menikahlah, karena aku akan bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat lain di hari kiamat. Barangsiapa yang telah memiliki modal, hendaklah ia menikah. Dan barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu penekan hawa nafsunya” (HR. Ibnu Majah).

Jadi Masih mau khan menjadi Umat Rasul... ketika Usia telah layak menikah maka menikah lah.

Wahai para pemuda Muslim jangan biarkan Muslimah-muslimah kita di jamah oleh lelaki yang jauh dari Agama, Kuatkan keberanianmu, ajak mereka tuk menjalankan segala ketentuan Allah Bersama jangan terlena oleh Cinta tanpa ada ikatan pernikahan. Cintailah mereka karena engkau Mencintai Allah dan rasul-Nya. dan nikahilah mereka maka sempurnalah imanmu.

Wahai Para Muslimah, ingat pesan Rasulullah SAW
”Apabila datang kepada kalian lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan puteri kalian).  Sebab jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar”.
Jagalah Kehormatanmu, jangan biarkan lelaki yang bukan hakmu mengatakan Cinta, Rindu, dan Sayang sebelum adanya ikatan pernikahan. Yakinlah akan banyak lelaki yang menginginkan kecantikanmu, kemolekan tubuhmu, senyumanmu dan berikanlah semua itu kepada Lelaki yang paling baik Agamanya, maka Allah akan memberimu dua kebahagiaan "Dunia dan Akherat".

“Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Furqon: 74).

Jadi jangan Takut Nikah Muda ... Karena Allah pasti akan selalu menemani kita ... Insya Allah.

Wallahualam.

Thursday, February 28, 2013

KATA SIAPA PACARAN ITU ..... HARAM ... !!!!!!



PACARAN .... Ngak bosen rasanya kalau kita terus membahas perihal yang satu ini, karena begitu banyak pendapat dan pandangan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kata "PACARAN" ... apalagi bagi para Remaja dan Muda Mudi yang sedang dilanda CINTA ... HEmmmmmmm .. rasanya Dunia milik berdua (Yang lain pada ngontrak) ...
Ada pandangan yang mengatakan Pacaran itu HARAM (Wah Haram ... Kaget dech), ada juga yang mengatakan Pacaran itu BOLEH (Hemmm ... yang udah punya senyum-senyum dech... :) . dan hal itu sebenarnya Sah-sah saja untuk berpendapat mengenai Bagaimana Hukum PACARAN dalam Islam.
Namun yang pasti Dalam Islam itu Tidak ada satupun keterangan baik dalam Qur'an ataupun Hadits yang memastikan Bagaimana Hukum PACARAN, Apakah HARAM, WAJIB, SUNNAH, MAKRUH, atau MUBAH, karena dalam setiap menentukan HUKUM suatu perbuatan dalam ISLAM tentunya harus ada keterangan yang Sohih dan dapat dipertanggung JAWABKAN Kebenarannya dihadapan Allah SWT, karena Allah dan Rasul-Nya telah jelas menentukan hal-hal yang dilarang dan dibolehkan.
Jadi dapat di katakan bahwa dalam Islam itu Tak ada yang namanya PACARAN, SAHABATAN atau TEMENAN sekalipun (Maksudnya Hubungan antara Laki dan Perempuan, Cowo ma Cewe atau Ikhwan dan Akhwat... Gitoh... !!!! ), tapi dalam ISLAM ada Ketentuan yang mengatur HUBUNGAN antara Laki-laki ma Perempuan, Ikhwan dan Akhwat apapun namanya mau PACARAN, SAHABATAN atau TEMENAN selama Hubungan itu dilakukan oleh Cowo ato Cewe yang BUKAN MAHROM (Halal di Nikah) maka Allah dan Rasul-Nya telah mengatur dengan Jelas diantaranta :

1. MENJAGA PANDANGAN

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,”(QS. An Nuur: 30-31)

Baru satu Neeeeeh .... jadi bagi Laki-laki ataupun Perempuan Allah telah memerintahkan Harus menjaga Pandangan ... jangan Di Umbar Lho ... jadi Pengen Tau ... "Mungkin ngak yach kalau yang lagi PACARAN ngak saling Pandang, karena ngak mungkin merindukan atau mengagumi sang PACAR kalau ngak dipandang terlebih dahulu ... hehehehe " Hati-hati yach .. !!!!

2. DILARANG BERSENTUHAN KULIT


لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir 20/210 dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, lihat Ash-Shahihah no. 226)

Naaaah .... ini Larangan Kedua ... "Jangan Bersentuhan Kulit" ... Kebayang Ngak kalau sengaja Kita menyentuh Kulit Orang Yang BUKAN MAHROM maka Hukumannya Nanti "KEPALANYA DITUSUK PAKE JARUM DARI BESI" IIiiiiiiiiiiih ... Ngeri... Pertanyaan baru ... "Mungkin ngak Yach yang lagi PACARAN atau SAHABATAN atau TEMENAN Ngak saling Sentuhan Kulit... ??????? TTDJ Okeh ... !!!!

3. DILARANG BERDUAAN (BERKHALAWAT)


ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

 "Dunia Serasa Milik Berdua" Coba Prinsip orang yang lagi ngapaiiin ... ????? Pasti kita sudah pada tahu ... cuma Bagi setiap Muslim tentunya harus mengikuti ketentuan Allah dan Rasul-Nya dan menurut Keterangan diatas Antara Laki-laki dan Perempuan yang BUKAN MAHROM Berduaan itu DILARANG ... Kecuali ada MAHROM dari Pihak Perempuannya.

4 JANGAN MENDEKATI ZINA

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
 
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Mendekatinya ajah Sudah Dilarang .... Jadi jangan Coba-coba dech .... karena bagi Laki-laki dan Perempuan yang BERZINA itu ada HUKUMANNYA ... Dirajam 100 Kali bagi Gadis atau Bujang dan DIRAJAM sampai MATI Bagi Yang sudah pada Nikah .... Jadi Kalau HUKUMAN itu Ngak di Lakukan di DUNIA yang pasti siap-siap ajah DILAKSANAKAN DIAKHERAT Kelak ... kebayang ngak Di DUNIA ajah udah begitu mengerikan ... gimana kalau HUKUMANNYA di Lakukan Di AKHERAT .... Lebih Mengerikan

Setelah Melihat ATURAN-ATURAN diatas maka jangan sampai kita TERTIPU oleh kata-kata .. Banyak orang yang Melarang PACARAN makanya diganti dengan TAARUF. atau TTM (Temen Tapi Mesra) ... Apapun Namanya Selama itu Berhubungan antara Laki-laki dan Perempuan yang Bukan Mahrom maka Ketentuan diatas BERLAKU untuk SEMUANYA..
Jadi Mending Cari Aman Ajah Dech ... Jika Seandainya Hal-hal yang kita lakukan akan menjerumuskan Kita Kedalam Neraka dan Murka Allah SWT.. lebih baik dihindari ajah ... dan bagi kalian-kalian yang lagi Falling In Love .. jatuh Cinta Gitchu .. yang lagi rindu-rinduan ... Coba dech Di Pikirin lagi apa Sudah sesuai dengan Ketentuan yang Allah Tetapkan... Tapi Jika Sudah Bener-bener CINTA ... Mending NIKAH Ajah Dech ... Ntar yach kita Bersambung pada Judul selanjutnya .... yang Berjudul ... "NIKAH MUDA ... PASTI NYESEL DECH .... !!!!"

Semoga Bermanfaat
Wallahualam.

Tuesday, August 28, 2012

HUKUM-HUKUM SYARI'AT ISLAM

Hukum-hukum dalam Islam terbagi dalam 5 macam Hukum yaitu :

1. Wajib
2. Sunnat
3. Haram
4. Makruh
5. Mubah

1. WAJIB.

Wajib itu adalah suatu ketentuan dalam Agama yang Harus di kerjakan bila tidak maka akan Berdosa.
adapun keterangan yang mendasarinya adalah :


لا تَجْعَلُوا دُعاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضاً قَدْ يَعْلَمُ اللهُ الَّذينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِواذاً فَلْيَحْذَرِ الَّذينَ يُخالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصيبَهُمْ عَذابٌ أَليمٌ

"Janganlah kamu memanggil Rasul sebagai panggilan sesama kamu saja. Sesungguhnya Tuhan mengetahui orang yang keluar bersembunyi-sembunyi di antara kamu sambil diam-diam. Maka hendaklah orang-orang yang melanggar ketentuan Rasul itu awas menjaga supaya jangan ditimpakan Tuhan kepada me­reka ujian ataupun ditimpa mereka oleh azab siksa yang pedih."
{QS An Nuur 63}

2. SUNNAT 

Sunnat itu adalah suatu Perbuatan yang jika dikerjakan akan mendapat ganjaran tetapi bila tidak di kerjakan tidak berdosa.
adapun keterangan yang mendasarinya adalah :


"Untuk orang-orang yang berbuat kebaikan (disediakan) kebaikan dan Tambahan serta air muka mereka (berseri-seri) tidak diliputi oleh kesedihan dan kehinaan, Mereka itulah ahli Surga mereka kekal didalamnya selama-lamanya" {QS. Yunus 26)


3.  HARAM

Haram itu adalah suatu Ketentuan dari Agama yang tidak boleh dikerjakan dan apabila dikerjakan maka akan Berdosa.
Adapun Keterangan yang mendasarinya adalah QS. An Nuur ayat 63 Seperti Keterangan pada Hukum Wajib.

Salah satu Keterangan lain yang telah diharamkan Allah dalam Firman-Nya yang Berbunyi

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُواْ بِالأَزْلاَمِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Akan tetapi, barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang isi tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun, Maha penyayang" (QS. Al-Baqarah [2] : 173).


4. MAKRUH

Makruh itu adalah satu ketentuan larangan yang lebih baik tidak dikerjakan dari pada di lakukan.

Sebagai Contoh : "Makan Binatang Buas" dalam Hadiets-hadiets ada larangannya. maka kita hukumkan itu Makruh, mengapa demikian.

Definisinya seperti ini : Dalam Al Qur'an Surat Al baqarah ayat 173 Allah telah Membataskan Makanan yang Haram (Seperti ayat diatas). Maka jika larangan memakan Binatang buas itu kita Haramkan maka Sabda Rasulullah SAW yang melarang memakan binatang buas itu bertentangan dengan Perintah Allah SWT dan itu sesuatu yang tidak mungkin, maka ketentuannya binatang buas dalam Larangan Rasulullah SAW itu tidak menjadi Haram tapi akan masuk kedalam Hukum MAKRUH.

5. MUBAH

Mubah itu adalah suatu perbuatan yang tidak ada ganjaran atau siksaan bagi orang yang mengerjakannya atau tidak mengerjakannya.

atau dengan kata lain MUBAH itu adalah Boleh. adapun hal-hal yang diperbolehkan dalam Islam adalah segala bentuk Keduniaan yang dalam Pengerjaannya tidak Bertentangan dengan Ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

MUKADIMAH



Alhamdulillah Segala Puji hanyalah Milik Allah SWT Tuhan semesta alam, Tanpa-Nya maka hidup tidaklah berarti maka tiada alasan untuk dipungkiri, bahwa segala apa yang terjadi dalam hidup ini hanyalah atas kehendak-Nya, semoga Rahmat dan Magfirah-Nya senantiasa menyertai segala aktifitas kita di Dunia ini dan menjadikan bekal Amalan di akherat kelak. Amin.

Rasanya .... Puas banget setelah sekian lama ngutak ngatik depan Komputer pengen punya Blog akhirnya kesampean juga... Alhamdulillah Banget yach .... (jadi kayak sahrini), tapi syukur kehadirat Allah SWT, ada perasaan senang bisa berbagi Ilmu dan Kebaikan dalam kebenaran bersama semua orang dalam berbagai kalangan.

Insya Allah dalam keterbatasan Ilmu yang kami miliki, ada rasa ingin sedikit membagi Ilmu tentang Agama Tercinta Kita yaitu Islam, semoga dapat menjadi ladang bagi kami seperti yang telah Rasulullah Sabdakan dalam sebuah keteranga yaitu salah satu yang akan dibawa mati adalah Ilmu yang bermanfaat, semoga apa-apa yang kami sampaikan dalam Blog ini benar-benar bermanfaat bagi setiap Insan Di Muka Bumi ini. Amin